Ekspor adalah kegiatan menjual dan mengirim barang dari Indonesia ke luar negeri. Kalau kamu menjual produk Bali Natural Soap seperti sabun natural, body care, atau skincare, dengan brand kamu sendiri, kamu bisa mulai ekspor walaupun masih pemula. Yang penting, kamu paham alurnya supaya tidak bingung dan barang tidak tertahan di bea cukai.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan cara ekspornya. Untuk pemula, biasanya ada dua pilihan yang paling mudah. Pertama, kirim langsung ke pembeli menggunakan kurir internasional seperti DHL, FedEx, atau EMS. Cara ini cocok kalau pesanan masih kecil, misalnya 1 sampai 5 kilogram, biasanya untuk mengirimkan contoh produk kepada klien.
Kedua, memakai jasa forwarder atau jasa ekspor. Forwarder adalah pihak yang membantu mengurus pengiriman dan kadang sekaligus membantu dokumen ekspornya. Cara kedua ini biasanya lebih nyaman untuk pemula karena kamu tidak perlu mengurus semuanya sendiri.
Setelah memilih cara pengiriman, langkah berikutnya adalah memastikan produk aman untuk dijual ke luar negeri. Produk seperti sabun dan skincare biasanya lebih diperhatikan aturannya dibanding barang biasa, karena dipakai di tubuh. Maka dari itu, kemasan dan label harus rapi serta jelas. Minimal label berisi nama produk, komposisi bahan (ingredient), berat bersih, tanggal kadaluarsa, dan asal produk (Made in Indonesia). Hindari juga menulis klaim berlebihan seperti “menyembuhkan penyakit”, karena bisa dianggap obat dan membuat produk ditahan di negara tujuan.

Kemudian, kamu perlu menyiapkan dokumen sederhana untuk ekspor. Untuk pengiriman kecil lewat kurir, biasanya cukup memakai dua dokumen utama yaitu invoice dan packing list. Invoice adalah catatan penjualan yang berisi nama barang, jumlah, harga, dan total pembayaran. Sedangkan packing list adalah daftar isi paket, termasuk berat dan jumlah produk. Dokumen ini penting untuk bea cukai agar mereka tahu isi paketmu.
Setelah itu, kamu harus menghitung harga jual ekspor dengan benar supaya tidak rugi. Harga ekspor bukan hanya harga produk, tapi juga ditambah biaya kemasan, biaya pengiriman, dan keuntungan yang kamu inginkan. Banyak pemula rugi karena lupa menghitung biaya kirim yang ternyata lebih mahal dari produk. Jadi sebelum menawarkan harga ke pembeli luar negeri, cek dulu estimasi ongkirnya.
Kalau semuanya sudah siap, kamu bisa mulai menerima pesanan luar negeri. Untuk memudahkan, kamu bisa fokus menjual beberapa produk terbaik yang paling laku. Misalnya pilih 3 produk unggulan dulu untuk dicoba. Setelah ada pesanan dan kamu sudah paham alurnya, baru tambah variasi produk dan mulai mencari pembeli lebih besar seperti reseller atau toko di luar negeri.
Kesimpulannya, ekspor dari Bali itu bisa dilakukan pemula asalkan mengikuti alur yang benar: pilih cara ekspor yang mudah, rapikan label dan kemasan, siapkan invoice dan packing list, hitung harga dengan benar, lalu mulai kirim pesanan kecil sebagai percobaan. Kalau sudah berjalan lancar, kamu bisa tingkatkan pengiriman ke skala lebih besar.
Kamu bisa cek macam-macam metode pengiriman disini

Leave a Reply